Setelah Pemerintah Republik Indonesia dalam hal ini Kemendiknas RI
mendapat sorotan yang serius terhadap pelaksanaan ujian nasional
sebelumnya, maka mulai tahun 2013 ini akan menerapkan kebijakan baru
untuk mendukung formulasi penentuan kelulusan ujian nasional, salah
satunya meniadakan ujian nasional (UN) ulangan, selain itu kelulusan
siswa dari satuan pendidikan telah diperhitungkan hasil UN, hasil ujian
sekolah, dan penilaian guru di sekolah sesuai dengan amanat UU No.20
thn 2003 tentang Sistim Pendidikan Nasional, PP No.19 Th 2005 tentang
Standar Nasional Pendidikan dan operasionalnya dituangkan dalam
Permendiknas No.20 thn 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan .Ketiga
komponen tersebut dirangkum dalam nilai gabungan yang memperhitungkan
hasil ujian nasional dan ujian sekolah dengan rasio bobot 60% dan 40% .
Untuk standarnya, pemerintah menggunakan batas nilai bawah kelulusan
yaitu 5,5.
Dengan formulasi yang baru tersebut, kita berharap tingkat kelulusan
juga semakin tinggi dan meningkat dari tahun sebelumnya karena siswa
tidak dipotret sesaat melainkan di tiga tahun masa belajar .”Kita
berpikir optimislah dengan formulasi nilai gabungan sekarang.
Dalam Formulasi baru Ujian Nasional ini, selain Pemerintah
menentukan kriteria kelulusan dari nilai gabungan UN dan Nilai Sekolah,
juga menetapkan kriteria lulus Ujian Sekolah diberikan sepenuhnya kepada
satuan pendidikan. Karena itu ujian sekolah akan dilaksanakan oleh
satuaan pendidikan itu sendiri sebelum Ujian Nasional. Yang lebih
penting dan strategis yang perlu dipikirkan oleh sekolah, pemerintah
daerah dalam hal ini Dinas pendidikan Kabaupaten Kota, dan Pusat adalah
langkah tindak lanjut UN setelah Ujian Nasional nanti. Mengingat arah
UN sekarang adalah peningkatan mutu pendidikan dituangkan dalam
Permendiknas No. 45 dan 46 Tahun 2010.
Mudah-mudahan formulasi baru ini akan menjadi standar dan tidak
mengalami perubahan lagi di tahun-tahun mendatang. Kalau tiap tahun
ganti sistem kapan perbaikan kualitas bisa dilakukan,
Apa Kegiatan Sekolah Dalam Menghadapi UN 2013?
1. Membedah SKL , menyusun Kisi-kisi soal Predikasi UN, melalukan telaah
soal serta mengujicobakan kepada siswa minimal 2 kali dan hasilnya di
analisis untuk mengetahui sejauh mana prosentase ketercapaian , baik
ketercapaian KD yang di ajarkan guru maupun ketercapaian ketuntasan
siswa secara individual dalam memahai Soal Ujian Nasoinal nanti.
2. Membentuk Tim atau memanfaatkan TPK disekolah masing-masing dan atau
yang lebih bagus melakukan “Seminar UN dan Strategi Peningkatan Mutu
Pendidikan” diikuti oleh seluruh Kepala SMP/MTs/SMA/SMK/MA baik negeri
maupun swasta serta para Ketua dan sekretaris MGMP mapel UN
SMP/MTs/SMA/SMK/MA yang diprakarsai oleh MKKS dan MKPS bekerja saama
dengan Dinas Pendidikan kabupaten/kota untuk menelaah Permen 45, 46 dan
Pos UN 2013 bila perlu melibatkan LPMP.
3. Semua satuan pendidikan secara dini melaksanakan program sukses
Ujian Nasional dan Ujian sekolah, dari pengadaan jam tambahan dan
pembahasan soal-soal UN dan US pada siswa kelas 9 dan 12, hingga
istigosah atau doa bersama secara rutin. Tentunya semua pihak
menginginkan angka kelulusan di setiap satuan pendidikan mencapai 100%,
juga naiknya rata-rata nilai UN dan US.
4. Semua sekolah yang yang mendapat stimulus dari pemerintah thn 2012 +
CD yang berisi beberapa paket soal seyogyanya dapat digunakan di
sekolah secara makasimal untuk latihan pada pesrta didik. Dan kepada
para pengurus MGMP paket soal tersebut dapat menjadi bahan guna
pengembangan kompetensi profesional para guru yang dilakukan di forum
atau pertemuan masing-masing MGMP berkolaborasi dengan pengawas sekolah .
5. Bahwa kerja sama yang yang baik antara sekolah, masyarakt ,orang tua dapat terjalin dan ditumbuhkembangkan terus menerus.
Selain itu tentang peningkatan peningkatan mutu pendidikan ini
peranan Kepala Sekolah selaku manajer untuk demokratis dalam menerapkan
semua kebijakan pemerintah ( Daerah dan Pusat) dengan melibatkan seluruh
warga sekolah dan para pemangku kepentingan pendidikaan, dan bersikap
progresif dalam menerapkan program sekolah, dengan modal kecil tapi
mampu mencapai manfaat yang sebesar-besarnya. Kreatifitas lokal para
kepala sekolah dituntut dalam kerangka MBS(manajemen Berbasis Sekolah)
dengan terus melibatkan peran serta orang tua siswa dan lingkungan
sebagai mitra. Satuan pendidikan sebagai unit pelayanan publik juga
dituntut senantiasa meningkatkan pelayanan yang bermutu dengan
menerapkan asas keterbukaaan, dan pentingnya juga memhami bahwa ada 70%
potensi peserta didik yang dapat dikembangkan di luar kapasitas akademik
yang dikembangkan di sekolah sesuai jurusannya.
APA YANG DILAKUKAN SISWA ?
Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya tentang adanya isu
bocornya kunci jawaban dari ulah oknum yang tidak betanggung jawab maka
di harapkan kepada semua siswa calon peserta ujian nacional (UN) thn
2013 agar tidak terpengaruh dengan isu-isu tentang kunci jawaban soal
UN yang beredar di tengah masyarakat. Siswa harus lebih percaya diri
dan tidak mudah terpengaruh oleh iming-iming atau tawaran dari siapapun
yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu siswa calon peserta
UN harus mengutamakan kepercayaan diri yang kuat tidak perlu takut
menhghadapinya, karena soal-soal UN adalah soal yang sesuai dengan KD
yang sifatnya standar minimal yang sudah di ajarkan oleh guru nya di
sekolah, yakinlah dan berpikir positflah, kalian pasti bisa !. sebagai
motivasi ada Sembilan tips bagi siswa menghadapi UN 2013 : (1) Belajar
dengan tekun, (2).Mengulangi mata pelajaran.(3).Bertanya kepada teman
sejawat, orang tua atau guru jika ada materi pelajaran yang belum
dipahami. (4).Percaya diri. Percaya dengan kemampun diri sendiri. You
can if you think you can.(5).Mencoba mengerjakan soal-soal ujian tahun
yang lalu. (6).Berlatih menjawab soal-soal latihan yang ada di dalam
buku pelajaran. (7). Berpikir positif dan bersikap sportif.(8)Menjaga
kesehatan dengan cukup istirahat, olah raga, dan makan secara teratur.
(9).Berdo’a kepada Allah.
Sedangkan kepada para guru dan orang tua murid supaya memberikan
dorongan dan motivasi kepada murid-murid untuk mempersiapkan ujian
dengan sebaik mungkin demi kesuksesan anak-anak kita, generasi penerus
bangsa.
Terkait dengan aturan Pelaksanaan ujian nasional tahun 2011
Permendiknas Nomor 45/2011 tentang Kriteria Kelulusan dan Permendiknas
Nomor 46/2011 tentang Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) SMP dan SMA. Serta
POS UN 2011 sbb :
1. Jenjang (SMA/MA/SMK) akan digelar pada 18-21 April 2013.
2. Adapun pelaksanaan UN (SMP/MTs) akan digelar pada 25-28 April 2013.
3. Untuk menentukan kelulusan yaitu
a.Nilai gabungan antara nilai UN dan Nilai Sekolah yang meliputi Ujian Nasional dan Nilai Rapor. ”
b.Prestasi di sekolah (yaitu) Ujian Sekolah dan Raport digabung dengan UN
4. UN Susulan SMA/MA/SMK dilaksanakan pada 25-28 April 2013 dan
UN Susulan SMP/MTs pada 3-6 Mei 2013,
5.Pengumuman kelulusan oleh satuan pendidikan paling lambat 16 Mei 2013
6.sedangkan pengumuman UN SMP/MTs oleh satuan pendidikan pada 4 Juni 2013.
7.”UN kompetensi keahlian kejuruan SMK dilaksanakan oleh sekolah paling lambat sebulan sebelum UN dimulai,”
8.Sebelum kelulusan diumumkan, sekolah mengirimkan hasil nilai sekolah untuk digabungkan dengan hasil nilai UN ke Kemdiknas.
9.Selanjutnya, setelah digabungkan dengan formula 60 persen UN ditambah
dengan 40 persen nilai sekolah, nilai tersebut dikembalikan lagi ke
sekolah. “Sekolah merekapitulasi dengan mata pelajaran lain. Kan ada
tujuh mata pelajaran lain yang harus lulus. Yang menentukan kelulusan
tetap satuan pendidikan,”
10.Dari peta nilai akan dilakukan analisa tiap sekolah. Bagi
sekolah-sekolah yang nilainya rendah, akan dilakukan intervensi.
Kemdiknas pada 2010 telah mengintervensi dengan memberikan insentif
kepada 100 kabupaten/kota yang nilai UN-nya rendah. “di beri dana Rp1
miliar sebagai stimulus,”Insentif tersebut diberikan bagi kabupaten/kota
dengan persentase kelulusan siswa kurang dari 80 persen dan memiliki
indeks kapasitas fiskal kurang dari satu (<1). Adapun intervensi
program yang dilakukan meliputi peningkatan kompetensi guru dan
remedial.11.Peranan LES PRIVAT sangatlah penting Terhadap Anak dalam
Menghadapi UJIAN NASIONAl ini untuk meningkatkan kepercayaan diri
siswa-siswi dalam menghadapi ujian dengan nilai sempurna.
Beberapa kiat yang disampikan penulis di atas yang dapat dilakukan
oleh kepala sekolah khususnya dalam menyiapkan seluruh siswanya sejak
awal dan bagaimana Kepala Sekolah mampu memaksimalkan seluruh sumber
daya yang dimiliki sesuai dengan fungsi dan perannya masing-masing.
Semoga tulisan sederhana ini dapat menambah wawasan dan kesiapan semua
satuan pendidikan di Kabupaten/ kota khususnya di kabupaten Dompu dalam
menghadapi Ujian Nasional 2013 dengan hasil yang dapat dibanggakan
sebagai bukti adanya peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Dompu yang
terpuruk diurutan 8 dari 9 kabupaten di NTB, Ya tentunya kita berharap sukses penyelenggaran dengan mnjunjung
kejujuran dan juga sukses hasil dapat terus diperoleh setiap tahun
sebagai dampak dari meningkatnya profesionalitas dan kinerja para guru,
kepala sekolah dan pengawas. Tentunya hal ini harus ditunjukkan oleh
para guru profesional sebagai jawaban tentang keraguan banyak fihak
terhadap dampak sertifikasi guru
